Aku mencintaimu … sungguh !
Apa kabarmu hari ini ? ah, mudah-mudahan baik-baik saja. "Aku mencintaimu … sungguh !" itu kata-kata yang selalu kutulis belakangan ini. Kamu tau kenapa ? bukan, yang jelas itu karena aku tak tau kenapa. Aku cuma ingin mengungkapkan dalam tulisan. Apakah aku sedang jatuh cinta ? ya, aku sedang jatuh cinta . Aku sedang berbunga-bunga, menikmati cinta yang hadir dalam hatiku bukan sekedar kata-kata.
Apa kabarmu hari ini ? ah, mudah-mudahan tambah ceria saja. Aku belum pernah merasakan cinta yang sedahsyat ini. Kalaupun aku mati, aku yakin cinta ini akan tetap bersemi. …
Apa kabarmu hari ini ? ah, mudah-mudahan kamu bahagia mendengar berita ini. Apapun yang terjadi, aku Insya Allah takkan berpaling. Sungguh … dari lubuk hati aku ingin berucap … Sungguh, aku mencintai dakwah ini !
June 19th, 2005 at 11:33 pm
“Apa kabarmu hari ini ? ah, mudah-mudahan baik-baik saja.” Afwan, ana sama sekali tidak meragukan sedikitpun kecintaan antum terhadap da’wah, sebagaimana yang ingin antum sampaikan melalui tulisan di atas. Afwan, ana cuma mau tabayun. Jika “-mu” refers to “da’wah”, apakah antum sedang menanyakan kabar da’wah? Jika ya, maka pertanyaan berikutnya adalah : kenapa jawabannya “Semoga baik-baik saja”? Apakah antum sedang meragukan ‘keadaan’ da’wah (dengan menggunakan kata “semoga”), sedangkan Allah telah menjanjikan kemenangan jauh hari sebelumnya? Sekali lagi afwan….
June 21st, 2005 at 12:25 pm
alhamdulillah..padhank masih punya cinta…..
alhamdulillah udah ga punya hati batu lagi..
alhamdulillah