Selamat Tahun Baru 1427 H

Kali ini saya ingin menggoreskan lagi sebuah catatan usang yang pernah saya toreh untuk menyambut 1424 H yang lalu. Kumpulan kegelapan, kesedihan dan harapan untuk bangkit melumat menjadi satu dan sekarang tentunya untuk mengetuk lagi pintu hati yang mungkin sudah mati sekian lama tanpa sadar terkunci…

Selamat Tahun Baru

Siang ini tak lagi berucap malam tenggelam dekapan
erat para pelelap. potret tua mentari menari dalam
mimpi biarkan menjadi masa lalu abadi.

Pagi ini terpotong separoh sehingga terlambat
menghadap kiblat . Deretan dering menggumpal
menjadi satu namun itulah untaian penjaga tak
mampu gelitiki sisa kepenatan hari.

Duaratus tigapuluh menit dari kerangka waktu
terbias melibas aktifitas. Dibalik lingkupan awan
menebar setiap inchi sudut langit. Tenggelam
sebelum hujan kesekian, hampiri temaran
bunga-bunga yang perlahan hilang kelam.

Rautan rindu berucap pada sapu mengoles
serpih-serpih kilasan berdebu.selayang mengeja
lagi huruf-huruf penyuci yang disinggahi asap
hitam menggumpal keangkuhan hati. Seratus luka
tersibak pada setiap kibasan seratus delapan puluh
derajat timbangan penuh cumbu rayu dan penipu !
tidak lagi akan laku dan untuk seluruh waktu insya
Allah….

Tiada lagi bermacam kata terucap untuk sebuah masa
yang gelap,pergi dan hilanglah bersama desau angin
malam gantikan pagi.

sepisau sepi hening bening membagi waktu menekuk
rukuk memeluk sujud, menumpah airmata dibawah
rahmat segala MAHA …selamat tahun baru 1427
Hijriyah.

Leave a Reply