Disaat itu nanti …
Waktu
pun berjalan terasa lambat, dan kita lewati banyak kali dengan diam.
Hanya saling tukar menukar "call" setiap dini hari. Berharap, kita bisa saling
berdo’a dan memohon semoga Allah meridhoi, memberkahi dan memberikan
kemudahan rencana kita ini.
Biarkan orang bilang kuno, aneh atau
mungkin "sok ?". Namun itulah, kita harus tetap menjaga. dan beginilah indahnya saat-saat menunggu
sesuatu yang akan dihalalkan oleh Allah Azza Wa Jalla.
Sungguh, godaan
itu sering kali datang, namun dengungan untuk selalu memperbaiki diripun tak
kalah hebatnya. Saya merasakan itu, tentunya kamu juga ? Jelas, Kita memang
bukan malaikat, yang bisa tak pernah salah atau selalu handal dalam
menahan godaan. Tapi kita punya jalan bertobat, memohon ampunan setiap
kesalahan yang kita lakukan. …
Disaat itu nanti …
Kita
berdua berusaha untuk bisa maju kedepan selangkah demi selangkah,
berusaha mendekatkan jarak walaupun semili demi semili dengan derajat ketakwaan para
orang-orang sholeh. Lelah, letih, bahkan tertatih-tatih … memang ! namun percayalah, Insya Allah disamping kamu
ada aku dan disamping aku ada kamu, dan Allah selalu mengawasi, melihat dan semoga tersenyum kepada
kita. amin !